Google
 

A Colorful Slice Of Time

0

Duong Ngoc Son Pameran Tunggal Karya Duong Ngoc Son

28 - 08 April 2008 | 10:00-18:00

Elcanna Art Gallery
Jl. Pakubuwono VI No 35
Jakarta Selatan

+6221-726 0330

more

Marcel Proust : Mencari Masa Silam

0

cover-SWANN400 7 April 2008 | 16.00
Peluncuran Komik Sastra bersama Stéphane Heuet & Dwi Koen

TB Gramedia Matraman

Workshop 7 - 9 april 2008

Apa jadinya bila karya salah satu pilar sastra Prancis Marcel Proust yang kompleks dan penuh nostalgia, Mencari Masa Silam* bermain dengan gambar-gambar komikus Prancis terkemuka, Stéphane Heuet ?

Hasilnya adalah komik sastra yang rumit tapi tetap menarik diikuti. Meskipun karya aslinya telah melalui proses penyuntingan dan pengurangan teks secara luar biasa, pesan sang pengarang tetap tersampaikan. Demi menangkap dunia Marcel Proust yang khas, Stéphane Heuet menggunakan gambar-gambar bergaris lembut anak muda tahun 50-an.

Bekerjasama dengan KPG, satu dari tujuh bagian Mencari Masa Silam, Kisah Cinta Swann, diterbitkan dalam bahasa Indonesia. Mengiringi peluncuran karya terjemahan tersebut, diadakan workshop, pertemuan dengan komikus, dan diskusi. Kegiatan-kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama CCF Jakarta, KPG, Akademi Samali, dan tentu saja dengan komikus Stéphane Heuet.

Mencari Masa Silam adalah seri roman karya Marcel Proust yang mempertanyakan aspek filosofis waktu. Terdiri atas tujuh bagian, seri ini memadukan fiksi dan otobiografi.

more

Drawing (Coret)

0

12 Maret - 7 April 2008
Galeri Milenium
Kompleks Pertokoan
Golden Plaza (d'best) Blok B 23,
Jl. RS Fatmawati
+6221 750 7828

Menampilkan pameran lukisan bersama, diantaranya - Irawan Karseno; Yusrizal; Wahyuni more

66 Perupa Muda

0

27 Maret - 6 April  2008 | 10:00 - 19:00

Edwins Gallery
Jl. Kemang Raya No. 21 Jakarta
+6221-7194721

Pameran karya perupa antara lain :
Andre Tanama
AT Sitompul
Aan Gunawan
Afdhal
Agus Sumiantara
Agus Triyanta
Aji Yudalaga

more

Alumni ASIRI

0

01 - 06 April 2008 | 10:00 - 22:00

Senayan City
Jl. Asia Afrika Jakarta

+6221-723 7979

Pameran Lukisan karya 130 perupa, antara lain :
Mulyadi W
Sri Hadhy
Abbas Alibasjah
P Lanny Andriani
Ronald Manulang
Lugiono
Harjanto dll

more

Survey

0

15-25 Maret 2008
27 Maret - 6 April 2008

pameran karya perupa muda di bawah usia 35 tahun :
A.C. Andre Tanama; A.T. Sitompul; Aan Gunawan; Afdhal; Dadan Setiawan; Duta Hardono; I Nyoman Darya; I Wayan Suja; Ismed; Hamidah; Gede Puja; Edward Enrico; Dll
Karya-Karya akan didisplay dalam 2 periode :
Edwin's Gallery
Jl. Kemang Raya No. 21
+6221 7179 0278 more

Artfordable Auction

0

Sidharta Auctioneer
Viewing :
22 Mar 2008 - 29 Mar 2008
12.00 - 20:00
12.00 - 20:00

Auction : 30 Maret 2008
Starting at 14:00

Kemang Village,
Jl. Pangeran Antasari No. 36
+6221 7228 8334/66

more

Enerwoman, Energy of a Woman

0

24-30 Maret 2008
Financial Club,
Gd. Graha Niaga Lt. 27
Jl. Jend. Sudirman Kav. 58
+62812 941 1569

Pameran tunggal karya : Sudigdo

Untuk kelima kalinya Sudigdo menggelar pameran tunggal karya-karya lukisannya. Pelukis yang dikenal kerap menampilkan objek wanita dalam lukisannya, kali ini hadir dengan tema ënerwoman, energy of a woman. Mencoba mengangkat sisi positif dari perempuan terutama spiritnya dengan penggarapan realis namun modern. Sekitar 30 lukisan produksi 2007 dan 2008 akan ditampilkan
more

Eksplo[ra]si Tubuh

0

13 - 23 Maret 2008
Karya perupa Polenk Rediasa
Galeri Nasional
Jl. Medan Merdeka Timur No. 14
+6221 3483 3954

Polenk Rediasa(29) adalah salah seorang pelukis "Angkatan Muda" Bali lulusan ISI Denpasar dan Magister Universitas Udayana. Dalam pameran ini ia mangajukan rupa realistik dalam mengeksplorasi tubuh sebagai kosa utama yang ditekuninya sejak tahun 2002
Kurator: Eddi Soetriyono dan Hardiman
Diselenggarakan atas kerjasama V art gallery dengan Galeri Nasional Indonesia more

Narasi Jakarta

0

12 Pebruari - 23 Maret 2008
Pameran Lukisan karya Yaqub Elka
Belleza Shopping Arcade
Permata Hijau
Jl. Letjen. Soepeno
Arteri Permata Hijau
+6221 536 7171 more

Nyanyian Pengharapan

0

9 Pebruari - 23 Maret 2008
Pameran karya Edy Kun, I Made Wirata, dan I Ketut Suwidiarta.
Millenium-Galeri Seni Rupa
Jl. RS Fatmawati 15
+6221-7590 1681 more

Sinergi Seni Rupa

0

14-23 Maret 2008
Redbox Gallery
SCBD Sudirman,
Kawasan Bisnis Terpadu
Jl. Jend. Sudirman Kav. 59

Pameran karya: Syarief Hidayat, Susentono, Agus Wiguna, Ian Mulyana, Zaenal Achmar more

Video <> Painting [10-30]

0

10 - 30 Januari 2008
17:00 - 21:00

Karya seniman asal Italia : Filippo Sciascia.
Kurator: Rifky Effendy

Langgeng Icon Gallery
Jl. Kemang Raya 1
Jakarta Selatan
T 718 071

more

We Are Connected [25-27]

0

25 - 27 Januari 2008
10:30 - 22:00

Pameran foto
GoetheHaus Institute
Jl. Sam Ratulangi No. 9-15
Menteng Jakarta
T 2355-0208

Pameran foto akan menampilkan potret-potret penghancuran kawasan sumber daya alam yang jarang atau bahkan tak pernah sampai ke ruang-ruang publik di kota, terutama yang terjadi di belahan selatan dunia.
Foto-foto tersebut akan menghubungkan para penghuni kota, yang saat ini menjadi pemakai utama kayu, energi, perhiasan dan barang elektronik, dengan komunitas pedesaan yang menjadi tempat kayu ditebang, sawit ditanam, emas digali dan minyak dibor.
more

Winter Circus [17-27]

0

16 Januari 2008 | 19.30
Pembukaan pameran fotografi karya Dorothy-Shoes

17 - 27 Januari 2008
Galeri Oktagon
Jalan Gunung Sahari 50A
Jakarta Pusat 10610
T 420 45 45

Lebih mementingkan sisi emosi daripada teknik, Dorothy-Shoes, sutradara dan pendongeng, adalah seorang fotografer otodidak yang tak mengenal lelah ketika berburu gambar.

Untuk pengambilan foto, pertama-tama ia membaca sebuah cerita pada malam hari sebelum tidur kemudian pagi harinya ia bangun, mengambil gunting dan lem, membuat dekor, aksesoris atau tulisan dengan kapur. Ia menggiring teman-temannya untuk berpose di depan dekor dan memulai sesi pemotretan.

Hasilnya ? Gambar inovatif, terkadang mendekati surealisme, dimana tampak sedikit bayangan Man Ray dan cerita serta warna dari para model memegang peran tersendiri.
more

Hybrid_e [12-26]

0

12- 26 Januari 2008
Pameran Senirupa

Galeri CCF
Jalan Salemba Raya 25
Jakarta Pusat


Mari bungkus!

Hybrid_e, sebuah program lintas bidang seni yang dimulai pada tahun 2007 menjadi tempat dimana semua batasan terlampaui, dimana terjadi persilangan seni, eksperimen dan hibridasi dalam segala bentuk.

Program Hybrid_e #2, membahas lebih jauh tentang bungkus, packaging, kemasan, mencoba menggali lebih dalam dan bermain-main dengan bungkus yang sebenarnya berfungsi untuk proteksi.

“Mari bungkus” adalah proyek seni rupa yang bersifat kolaboratif; terdiri dari tiga pasang seniman muda Jakarta yang berasal dari latar belakang berbeda dan biasa membuat karya dengan media yang berbeda, masing–masing akan membuat sebuah karya interaktif yang membahas keberadaan bungkus dalam identitas secara personal.

Karya-karya yang ditampilkan :

Inner Sound” karya Eko Bintang dan Lily Adi Permana : membahas bungkus atau lapisan pertama dalam diri manusia;

Masking Nation” karya MG Pringgotono (SERRUM) dan Ale : membahas lapisan kedua dari manusia yang lebih kepada karakter individual;

JOYBOX” karya RM Herwibowo (Propagraphic Movement) dan Andy Tidjels (Sakit Kuning Collectivo) : membahas lapisan ketiga dari diri manusia dan hubunganya dengan lingkungan, terutama gaya hidup masyarakat urban.


more

Through the eyes of the Past [18-22]

0

Eyes-of-the-past

17 January 2008 | 19:30
Opening exhibition by Mr. Goenawan Mohamad, senior journalist

Erasmus Huis
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S - 3
Kuningan, Jakarta 12950
T 524-1069


Re-examining documentary photographs

The exhibition is all about documentary photos from the past, photos from the time of the Dutch East Indies. These photos were made around 1913 as information material for Dutch class rooms about far away Indonesian archipelago. They cover religion, the populatio n, housing, land, cattle, fishery, hunting, trade (industry), handicrafts and culture.

The photos are ascribed to Jean Demmeni (1866-1939). They not only serve as interesting data. The photos are special because of the perceptiveness and diligence of the photographer. When seeing them people often wonder what happened afterwards to the place or object that was once captured.

The usefulness of old documentary photos is beyond question. Photos that were made during colonial and post colonial times, like many other things, are very useful for future purposes.

When seeing the photos now, however, we have to realize that the images and messages were made by and for a system that is quite different from nowadays. How should we see these pictures that were made for purposes that are no longer relevant? What role can these old pictures play in a new context?Should these photos only be seen as artifacts or just data?

Everyone is invited to see this important and interesting exhibition to learn more about Indonesia in the past.

more

18 Tahun MURI

0

20 Januari - 10 Februari 2008
9:00 - 19:00

Pameran foto
Ruang Cempaka,
Apartemen Istana Sahid
Jl. Jend. Sudirman Kav. 86,
Jakarta
T 574-2222

Dihadiri juga oleh Darwis Triadi, fotografer profesional, Jaya Suprana, pendiri MURI, Kristupa Saragih, fotografer profesional & administrator Fotografer.net
more

Sacred Legacy

0

Edward S. Curtis And The North American Indian
16 - 29 Januari 2008
10:00

Pameran foto karya Edward S. Curtis
Bentara Budaya Jakarta
Jl.Palmerah Selatan 17 Jakarta
T 549-0666 ext.7910

more

Lukisan Korea

0

15-19 Januari 2008
10:00 - 21:00

Pameran 71 pelukis Korea
Lobby Teater Kecil
Taman Ismail Marzuki
Jl. Cikini Raya 73 Jakarta
T 3193-7325

more

Pelukis Alam-alam Sepi

0

Pameran karya pelukis Godod Sutejo
11 Januari - 2 Februari 2008
09:00 - 19:00

Rumah Budaya Tembi
Jl. Gandaria I No. 47B
Kebayoran Baru Jakarta
T 720-3055 more

Hold Position

0

10 Januari - 04 Februari 2008

Pameran karya gabungan mahasiswa IKJ dan lulusan Sekolah Senirupa Padang
Galeri Milenium
Komplek Golden Plaza (D'Best) Blok B23
Jl. RS. Fatmawati No.15, Jakarta Selatan
T 7590-1681

more

FemLink [14-05]

0

14 Desember 2007 - 5 Januari 2008

pameran kartu pos & video art

CCF Salemba
Jl. Salemba Raya 25
Jakarta 10440

Patchwork

FemLink mencoba mendobrak segala unsur keseragaman dengan berselancar di seluruh dunia hingga membentuk jaringan seniman video dan sebuah « rantai karya video » yang diciptakan berdasarkan satu tema. Setelah FRAGILITÉ pada tahun 2006, RÉSISTANCE mengumpulkan sekitar 30 karya yang dibuat oleh 30 seniman dari berbagai belahan dunia. Sejak didirikan pada tahun 2005, kolektif ini mengalami perkembangan pesat yang dapat dilihat dari colase video internasional yang menakjubkan.

Ciri khasnya : semua seniman yang terlibat dalam proyek ini adalah wanita. Colase video ini tidak membela sebuah seni video wanita namun sebenarnya menjadi titik temu karya video yang diciptakan oleh wanita-wanita yang unik dan berbeda. Membuka semua pintu dan melewati perbatasan yang ada, FemLink menjelajahi berbagai sudut pandang dan pendekatan tentang realitas untuk berbaur dengan berbagai macam estetika karya dan seniman.

Pameran ini terselenggara berkat dukungan dari Kedutaan Besar Swiss di Indonesia.

www.femlink.org
www.1000peacewomen.org
more

Garden [28-31]

0

28 November - 31 Desember 2007
10:00

Pameran lukisan karya Xu Hong

Art Seasons
Jl. Kemang Timur 63B
Jakarta Selatan
T 6845-3980 more

Ken Pattern [24-29]

0

24 November - 29 December 2007
Mon - Sat 10:00 - 18:00
Sun 11:00 - 16:00 .

Pameran Lukisan dan Lithografi karya Ken Pattern

Galeri Hadiprana
Mitra Hadiparana, Jl Kemang Raya 30
T 719-4715 ( Johan)

Ken Pattern is a Canadian landscape artist who has lived in Jakarta Indonesia since 1989. Pattern works in a variety of media including drawing, painting and printmaking (stone lithography).

Of special note are pen and ink drawings, lithographs and paintings of rural and urban landscapes of Jakarta and other parts of Indonesia. Through these intricate images Pattern is documenting an Indonesian social heritage that is fast disappearing.

Beginning in 1978, he has participated in many solo and group exhibitions in Asia, North America and Europe. Over the years Ken has gathered a devoted group of collectors and his work can be found in private as well as public collections. © Copyright by Ken Pattern, kenpattern@attglobal.net
more

Cordially Yours [11-22]

0

Pameran Lukisan dan Seni Patung
11-22 Desember 2007
10:00-21:00
Galeri Cipta II
Taman Ismail Marzuki

Di penghujung tahun 2007 ini, PKJ-Taman Ismail Marzuki menyuguhkan pameran bertajuk Cordially Yours dari sembilam perupa: Ade Artie, Bibiana, Deusa Blumomke, Ida, Indah arsyad, Inge Rijanto, Jeanette Bijlmer, Ria S. Holoway dan Wahyunu. Pameran ini merupakan program kerjasama PKJ-Taman Ismail Marzuki dengan para perupa yang dilakukan untuk merajut silaturahmi budaya diantara seniman dan lembaga yang telah memasuki usia 39 tahun. more

The Promise of the City [28-17]

0

28 Nopember - 17 Desember 2007
Goethe Haus
Jl.Sam Ratulangi 9-15
Jakarta 10350

Pameran hasil workshop fotografi bimbingan Peter Bialobrzeski, kerjasama antara Goethe Institut dan Galeri Foto Jurnalistik Antara. more

Three Chairs [15-15]

0

15 Nopember - 15 Desember 2007
10:00 - 19:00

Pameran lukisan karya Shi Jing

Vanessa Art Link Jakarta
Graha MIK, Main Lobby
Taman Perkantoran Kuningan
Jl. Setiabudi Selatan Kav. 16-17
Jakarta
T 5794-1411 more

The Jakarta International Photo Summit [3-13]

0

3 - 13 Desember 2007
CITY OF HOPE
Pameran Foto
Galeri Nasional Indonesia
Jl Medan Merdeka Timur 14.
T 3483-3954, 3483-3955, 381-3021

14 Nopember - 9 Desember 2007
PEMUDA DAN IDENTITAS
Pameran Foto
Alun-alun Indonesia
Grand Indonesia
Jl. MH Thamrin lt.3

7 Desember 2007 | 14:00
FENOMENA FESTIVAL FOTO DI DUNIA
Gallery Talk
Pembicara: Alex Supartono
Galeri Nasional Indonesia
Jl Medan Merdeka Timur 14.
T 386-1603 more

Artist in Residence: Peter Bialobrzeski

0

selama Nopember 2007

Workshop, pameran foto Peter Bialobrzeski

Goethe-Institut
Jl.Sam Ratulangi 9-15
Jakarta 10350
T 2355-0208

Dari bulan Oktober 2007 sampai Maret 2008, Peter Bialobrzeski, seorang fotograf terkenal dari Jerman, akan mengunjungi Asia Tenggara untuk „Teach & Work“. Pada bulan November, dia akan tinggal di Jakarta.

Bagi Bialobrzeski, Asia seperti kampung halaman kedua dan menjadi tema yang konstan dalam karya-karyanya. Pada tahun 2005, Bialobrzeski pernah berkunjung ke Indonesia. Waktu itu, karya-karya terpilih dari serinya „NEONTIGERS“ tentang megapolitan di Asia dipamerkan di Biennale di Jakarta.
Secara pribadi dia memperkenalkan karyanya di Jakarta dan menyelenggarakan workshop dengan fotograf muda bertema „kota“. Di situlah, ide untuk „Teach & Work“ di Asia Tenggara lahir.

Diundang oleh Goethe-Institut, Bialobrzeski akan berkunjung ke Hanoi, Jakarta, Bangkok, Kuala Lumpur, Manila dan Singapura sebagai „Artist in Residence“.
Di setiap kota dia akan tinggal satu bulan.
Selama kunjungannya, dia tidak hanya melanjutkan proyeknya “Urban Nature” yang menunjukkan titik temu antara kota dan alam, tetapi juga menyelenggarakan workshop dan mengajar.
Setelah enam bulan karya-karya workshop yang paling bagus akan dikumpulkan dan dipamerkan di seluruh Asia Tenggara. Photo: [Peter Bialobrzeski]
more

Gubernur Jenderal dan Tokoh VOC

0

30 Oktober - 30 November 2007
10:00-18:00

Pameran koleksi Lukisan Gubernur Jenderal dan Tokoh VOC di
Batavia.

Ruang Etnografi Museum Sejarah Jakarta
Jl. Taman Fatahillah No. 1 - T 692 9101.

Museum Sejarah Jakarta memiliki koleksi lukisan para Gubernur Jenderal periode dari 1602 hingga 1942. Selain itu juga memiliki perbendaharaan sekitar 23.500 buah terdiri atas benda-benda bersejarah dari logam, batu, kayu, kaca, kristal, gerabah, keramik, porselen, kain, kulit, kertas dan tulang. Yang sudah dikenal umum antara lain Meriam si Jagur, sketsel, patung Hermes, pedang eksekusi, lemari arsip, meja bulat berdiameter 2,25 meter tanpa sambungan, peralatan masyarakat prasejarah, prasasti dan senjata.

Juga terdapat koleksi yang berusia lebih 1.500 tahun berupa peralatan hidup prasejarah seperti kapak batu, beliung persegi, kendi gerabah. Koleksi abad ke-18 dan 19 seperti kursi, meja, lemari arsip, tempat tidur dan senjata.
more

Wondering at Indonesia 1600 - 1950

0

30 Oktober - 24 November 2007
9:00-16:00

Pameran koleksi Varia Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mencakup sejumlah besar gambar, etsa, lito, foto.

E rasmus Huis,
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan - T 524 1069

Koleksi Varia Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mencakup sejumlah besar gambar, etsa, lito, foto dan banyak karya lainnya yang menggambarkan Indonesia jauh sebelum dan sesudah Kemerdekaan pada tahun 1945.
Karya-karya dalam koleksi ini tidak saja dibuat dan dikumpulkan oleh bangsa Belanda, tetapi juga oleh berbagai bangsa lainnya yang sejak abad ke-17 singgah di Nusantara. Mereka menggambarkan segala sesuatu yang mereka anggap luar biasa dan mengagumkan.

Koleksi ini terdiri dari sekitar 3000 karya, yang sebagian besar berasal dari dan bercerita tentang Indonesia dan juga dari berbagai tempat lainnya di seluruh dunia, ditemukan kembali dan dikuakkan oleh sebuah tim gabungan Indonesia-Belanda dengan bantuan finansial dari Belanda.

Sejumlah karya dari koleksi ini, yang sebagian besar belum pernah diperlihatkan kepada masyarakat umum, serta berbagai benda bernilai sejarah dan budaya. Pameran ini diproduksikan bersama Perpustakaan Nastional Republik Indonesia dan Rijksmuseum Amsterdam.
more

Far Away

0

24 Oktober - 17 Nopember 2007

Pameran tunggal lukisan karya Hui Xin

Art Seasons
Jl. Kemang Timur 63B
T 6845-3980

Hui Xin utilizes a technique that brings his work close to popular advertisements. Whether it be the effect of composition, form, texture and colour, the end result is something that looks computerized, full of a post-industrial feel. The dancing cranes, shady bamboo thickets, dragons in rosy clouds – these classical images of Oriental origin have been chosen by the artist and placed in a surrealist setting, as if he were rearrange the world to suit himself. Hui Xin always seeks to produce a joyful and beautiful image for his audience in his artwork. He layers secular visual impressions of “Beauty” together in his work, the sensual pleasure one feels before the startling visual effects is stimulating in a way akin to modern culture itself. We may be certain that popular mass culture has indeed had its effects on the younger generation of artists and their demands to experience an aesthetically pleasing life. They prefer to use a direct approach, a more casual form to experience and manifest their experience of life.

I have joked with Hui Xin, saying “You are the only true “glamour” artist; you represent the traditional forms of popular culture with splendid style.” Hui Xin’s composition of his pictures is different to the work of any other artist included in the term “glamour” art. What is emphasized in Hui Xin’s works is the experience of the images jumping off the canvas; it is free from the piling up of any ideas of political and cultural significance. He prefers to use a simple form to make his observations about traditional images in a modern context. These classic symbols of Oriental culture have been stylized in Hui Xin’s paintings. In his work we can see that a picture can be far and away from the basic idea of a painting. This results in a deliberate arrangement, with a distinct feeling of ‘design’. There is an underlying similarity here with the works of American artist Jeff Koons. The possibilities of painting are expanded, the rebirth and re-enactment that the artist brings to the traditional image is full of the standards and techniques of that tradition. The canvas is nothing more than an information media, a carrier for his demands of the traditional painting techniques that he only appears to overlook. From being designed on a computer, to the print-out, to the final painting of the picture – what may seem to us to be work as monotonous as that on a production line, affords the artist considerable pleasure. The artist is given the opportunity to act as a designer too. Such a novel work ethic has already become relatively common amongst the young generation of artists.

In Hui Xin’s works we see the appearance of a unique contemporary visual form, which turns the painted picture another carrier of the public image. Hui Xin’s paintings utilize a ‘Western’ form of representation to release/translate the ‘Eastern’ aesthetic world. A Beauty that is more ‘glamorous’ and more ‘secular’, which is precisely what is exciting about his artwork.

Hui Xin graduated from oil painting department of Sichuan Academy of Fine Arts. He was born in 1977 in Xinjiang. He lives in Congqing now.

Zhu Tong 2006

An excerpt from
“The Visual Nature of ‘Startling Beauty’ – Hui Xin’s Paintings”.
more

Seni Grafis dari Cukil sampai Stensil

0

2-15 November 2007
10:00-18:00
Bentara Budaya

2-11 November 2007
10:00-19:00
Galeri Nasional

Pameran puluhan karya grafis koleksi Bentara Budaya, DKJ, dan Galeri Nasional yang akan memperlihatkan sejarah perjalanan dunia seni grafis Indonesia sejak tahun 1950-an, baik dalam karya yang dipamerkan maupun yang pernah dimuat di media-media lokal di jamannya.

6 November 2007 | 15:00
Lokakarya
Galeri Nasional

8 November 2007 | 14:00
Diskusi Aminudin TH Siregar dan Agung Kurniawan
Bentara Budaya more

Immutable Objects

0

26 Oktober - 15 November 2007
10:00-20:00

Pameran lukisan Hansen Thiam Sun

Cemara 6 Galeri
Jl. HOS. Cokroaminoto No.9–11. Menteng
Jakarta 10350 T 391-1823 F 391 8761
info_cemara6@yahoo.com more

Mengenal Okinawa

0

5 - 9 November 2007
10:00-18:00

Pameran Foto

The Japan Foundation
Gd.Summitmas 1 lantai 2
Jl. Jend.Sudirman 61-62
T 520-1266 # 120 more

Big Uptalent Carryout The Future

0

27 Oktober - 9 November 2007
10:00-20:00

Pameran Tunggal Lukisan Karya Debra Audylanvinca Raymond

Darmint Art Gallery Cafe
Pasar Festival GF 08
Jl HR Rasuna Said Kav C22
T 5290-7055 more

Isyarat Tubuh

0

26 Oktober - 8 November 2007
10:00-20:00

Pameran lukisan karya Jazz Pasy

Tembi Art,
Jl. Gandaria I No. 47
Kebayoran Baru Jakarta
T 720-3055 more

Twixtland & Sea

0

23 Oktober - 5 November 2007
10:00-18:00

Pameran Foto mengenang wafatnya Joseph Conrad, seorang sastrawan berasal dari Warsawa.

Four Seasons Hotel, Jl. H Rasuna Said, Kuningan - T 252 4480


Type the rest of your post here.
more

Enwrap The Facts

0

3 Oktober - 3 November 2007
10:00-20:00

Pameran koleksi Lukisan karya Sunardi, Aming Prayitno, Subroto

Galeri Milenium
Kompleks D’Best Blok B23, Jl. RS Fatmawati 15
T 750-7858 more

Kyoto - Pameran foto dan pemutaran video

0

22 Oktober - 2 Nopember 2007
09:30 - 18:00 (Sabtu-Minggu tutup)

The Japan Foundation
Gd.Summitmas 1 lantai 2
Jl. Jend.Sudirman 61-62
T 520-1266 # 120

Kyoto pernah berfungsi sebagai ibukota Jepang sebelum Tokyo, selama ratusan tahun. Fungsinya ini membuat Kyoto sarat dengan sejumlah peninggalan sejarah dan kebudayaan. Pameran foto ini akan mengajak anda untuk mengunjungi tempat-tempat ini dan ikut menikmati keindahan yang ditawarkannya melalui media foto dan video.
more

Lomba Lukis Anakanak

0

30 Oktober 2007 - batas akhir pengiriman karya
LOMBA LUKIS ANAK-ANAK SE-JABODETABEK
Tema : LAUTKU

The Japan Foundation, Jakarta, menyelenggarakan pameran lukisan bersama bertepatan dengan perayaaan 50 Tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang yang jatuh pada tahun 2008 yang akan datang. PAMERAN LUKISAN ANAK-ANAK INDONESIA-JEPANG kembali akan digelar pada tanggal 6-13 Februari 2008 di Hall The Japan Foundation, Jakarta.

Ketentuan:
1. Karya asli (orisinal). Apabila ditemukan penyimpangan, peserta akan didiskualifikasi.
2. Peserta harus mengisi formulir yang bisa diperoleh secara GRATIS di kantor the Japan Foundation, Jakarta.
Formulir yang telah dilengkapi ditempel di belakang karya. Formulir dapat diperbanyak.
3. Setiap peserta hanya diperboleh mengirimkan 1 karya.
4. Peserta harus berdomisili di wilayah JABODETABEK .
5. Karya dibuat di atas Kertas Gambar A3, Alat Lukis bebas dan tidak boleh dilipat.
6. Tulis kode LA-12 pada amplop atau kertas pembungkus lukisan.
7. Karya tidak perlu diberi pigura.
8. Peserta dibagi menjadi 4 kategori:
- TK
- SD kelas 1-3
- SD kelas 4-6
- SMP
9. Seluruh karya harus sudah masuk ke meja juri selambat-lambatnya tanggal 30 Oktober 2007.
10.Karya yang masuk ke meja juri menjadi hak milik The Japan Foundation, Jakarta
11.Karya dikirim ke:

The Japan Foundation, Jakarta
Summitmas I Lantai 3
Jl.Jend.Sudirman Kav. 61-62
Jakarta 12190

Catatan kecil dari panitia:
- Point penilaian : keaslian karya, kreativitas, keharmonisan, spontanitas dan kemampuan.
- Hadiah menarik untuk karya terbaik.
Info : Arum / Mayke 021-5201266 (hunting)
more

Pameran Imaji Rupa | 22-04

0

22 September 04 Oktober 2007

Galeri FSR-IKJ
Taman Ismail Marzuki
Jln. Cikini Raya 73
T 390-1965

Menampilkan pameran imaji rupa karya studi akhir mahasiswa FSR-IKJ [ilustrasi: Do Not Disturb, Solid Bronze Sculpture by Doug Hyde] more

Herstory | 18-04

0

18 September - 04 Oktober 2007

Bentara Budaya Jakarta
Jl.Palmerah Selatan 17
T 548-3008

Pameran instalasi karya : Titarubi
Karya yang dipamerkan secara bentuk dan tema mereprentasikan kegelisahan dan gagasan Tita tentang tubuh. more

The Celebration of Chinese Contemporary Art

0

08-30 September 2007 | 10:00-20:00

12 Renowned Artist: Huang Gang; Ren Sihong; Su Xinping; Yang Jingsong; Ye Yong Qing; Yin Zhao yang; Xiao Hong; Xiao Ping; Xue Song; Zhao Nengzhi; Zhao Jingping; Liang Binbin

Jakarta Design Center Lt. 1
Jl. Jend. Gatot Subroto
T 530-4693 more

Treasures

0


30 September 2007
Session I: 10.30 | Session II: 13.30

Venue: 10.30 - 20.00
Fri, September 28th 2007
Sat, September 29th 2007
Catalogue

Senayan City
Ground Floor
Jl. Asia Afrika Lot 19
T 7590-1110 more

Tsunami, 2 Tahun Kemudian

0


Après le Tsunami : la vision des survivants.
29 September - 20 Oktober 2007 | 10:00
Galeri CCF Salemba
Jln. Salemba Raya 25
T 390-8580 more

Launching Kota Tua

0

19 September 2007 | 16:00

Taman Fatahillah,
Jl. , Taman Fatahillah No.1, Jakarta Barat
Acara akan dibuka oleh Gubernur Prov DKI Jakarta
dilanjutkan dengan acara Buka Puasa bersama.

T 526-3236 more

Workshop Keramik

0

29 September 2007 | 16:00

Museum Seni Rupa dan Keramik
Jl. Pos Kota No. 2, Jakarta Barat
T 690-7062, 692-6090

Workshop keramik untuk umum more

Didi Kasi | 1-29

0

1-29 September 2007
Duta Fine Arts Foundation
Jl Kemang Utara 55 A
T 799-0226

Didi Kasi was born in Malang, East Java, in 1963. He grew up in an artistic family, his grandfather was a glass painter working in the Javanese tradition. In 1985, Didi Kasi studied design at the Academy of Fine Arts in Yogyakarta (ISI). Since 1987, the young artist has participated in numerous exhibitions in Indonesia (mainly Jakarta and Yogyakarta) and in Singapore.

Didi Kasi’s art work reflects influences from traditional Indonesian art forms, such as glass painting and shadow puppetry (wayang). The figures in the painting are large scale in two-dimensional design. The white faces of the three figures, referred to as Three White Maidens, remind of the masks worn by Indonesian dancers, and their expressive gestures copy the dancers’ characteristic movements. The long robes cover up their gender. The large figure in the center is apparently a female malakai or angel. She has full round breasts and an elaborate hairstyle. She appears to be standing on a three-legged pedestal. The golden wings seem to raise her up. The half-moon in the upper left-hand corner indicates the night-time. The scene reminds of the Christian depictions of the Annunciation to the Shepherds. Of course, it could be the presentation of any vision or apparition scene. Maybe it is the discovery of femininity that shocks the three maidens into a frenzy. The artist uses both, oriental and occidental elements, in his own artistic language. Didi is presenting his unique idiosyncratic approach in a humorous manner. Drawing from his artistic training, he also created an intriguing play of shapes, colors and textures.
more

Küsse | 4-27

0

4 - 27 September 2007

Cemara 6 Galeri
Jl. HOS Cokroaminoto 9 -11,
Menteng. Jakarta 10350

Nuttenkinder

Nuttenkinder is a group of two artists – Manuel Heischel and Marc Jung -.
Both founded Nuttenkinder as a progressive art-group and trademark in Erfurt Germany in 2006 and start up with the production of their own fashion, designer toy collection and the special Nuttenkinder art-work.

“Scannogramme”

“Scannogramme” is a working process with an ordinary computer scanner. Marc Jung use this scanner like a photo camera. The object he uses to scan up in this work is his own face. After the scanning process the artist doesn´t use any other computer software to change the image. The works are not manipulated like a photomontage. The work catches a special moment of time and of course a certain kind of feeling, too.

This time at the “küsse” (engl. “kisses”) exhibition you can see different dimensions of love in the pices.
The artist produced this new pictures only by smacking down the head on the scanner, so the periode of touching the scanner surface is very very short because the head is coming up again very fast because of a reflex.

The whole process is similar to a kiss and everything which follows such a little thing. You have the short periode of joy and happiness exactly in the moment when you kiss somebody. But somehow you know that you give up something, some of your saftiness, the sure feeling everything is in your hands.

Nuttenkinder Artists

Manuel Heischel
Born 1980 in Erfurt, Germany
Currently lives, works and studies in Erfurt Germany

Education
2001: Social Science at the University of Applied Sciences, Erfurt Germany
Since 2002: study Architecture at the University of Applied Sciences, Erfurt Germany
2006 Architecture at the KazGASA, Almaty Kazakhstan
2006-2007 Architecture at the ITB, Bandung Indonesia

Marc Jung
Born 1985 in Erfurt Germany
Currently lives, works in Erfurt- and studies in Weimar Germany

Education
Since 2006: study in the Faculty of Fine Arts and Design at Bauhaus University, Weimar Germany

Selected Exhibitions:
1999: at open space exhibition, Bangkok Thailand at Social Art Worldcomm, Pattaya Thailand
Since 2002: permanent at Schöne-Luther Gallery, Görlitz Germany
2003: at Art Gallery Riesa e.V., Dresden Germany at Gallery Grönbacken, Erfurt Germany
Architecture- and Photo Art, Oslo Norway
Since 2004: permanent at House of Fine Arts, Erfurt Germany
permanent at Zughafen Gallery, Erfurt Germany
2004: at Federal Exhibition of Fine Arts in the District Administration Office, Kamenz Germany
Since 2005: private Exhibition, Copenhagen Denmark
2005: at National Federation of Fine Arts Gallery, Erfurt Germany
2006: at KazGASA, Almaty Kazakhstan at Gallery IPTEK for “New Media Art-Teknofutura
Mengada-ADA”, Bandung Indonesia
at Soemardja Galeri for own exhibition “CIK CUK Nuttenkinder and Friends”, Bandung Indonesia
at Eigenheim Gallerie for “Bilderwahn”, Weimar Germany
2007: at Toi Moi Galeri for “Black Urban Art”, Jakarta Indonesia
at Soemardja Galeri for “Good morning: City Noise!!-Sound Art Project” Bandung Indonesia
At Eigenheim Gallerie for “Lost Pilots”, Weimar Germany

Art Performance:
2003: Photo and Action Art, Warschau Poland
2006: Pasar Seni Art Festival own performance “Art Recicle”, Bandung Indonesia
Djarum Super Musikfestival “Weekend Rendevous Sound of Independent”, Bandung Indonesia

Awards:
2003: Finalist of Debitel Design Competition “Komunikation” ,Germany
2004: Finalist of Braun-Ideen aus Stein “Kunst auf Straßenpflaster” , Ulm Germany

Cemara 6 Galeri Cafe

Art Gallery - Cafe - Homestay - Function Room (WiFi)
Jl. HOS. Cokroaminoto No: 9 - 11
Menteng, Jakarta 10350 . Indonesia

Ph: 62 - 21 3911823
Fax: 62 - 21 3918761
Site: http://cemara6galeri.wordpress.com
more

Lomba Lukis Kaligrafi

0

25 September 2007 | 14:00
Memperebutkan total hadiah uang tunai dan tropi sebesar Rp. 24.000.000

Taman Ismail Marzuki,
Jl. Cikini Raya No. 73,
Jakarta Pusat

Materi Lomba : Peserta lomba diberi kebebasan dalam berkarya, serta menentukan
Sendiri ayat (penggalan ayat suci Alquran atau hadist) yang berkenaan dengan
ibadah puasa Ramadhan.
Hasil karya lomba menjadi milik panitia dan akan dipamerkan di TIM hingga 28 September 2007.
Pendaftaran :
a. Subdis Pembinaan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Prov DKI Jakarta, Jl. HR. Rasuna Said Kav. C22, Kuningan, Jakarta Selatan, T 526-3231
b. Galeri LEMKA, Jl. Semanggi I No. 26 Ciputat Timur 5412, T 749-6279

Informasi :
Rochdiat : 0812 845-9568
Dodo Sukarda : 0818 0613-9773
Kurnia Agung R : 0817 482-4259
Uus Qustolani : 0815 971-2261
more

Masterpiece Contemporary

0

Viewing : 21 - 22 September 2007 | 11:00-20:00
Auction : 23 September 2007 | 10:30-17:00
Katalog

Mezzanine Floor
Hotel Aryaduta
Jl. Prapatan No. 44-48
T 7590-1110

Pameran Dan Lelang Lukisan Zhang Dazhong; Budi Kustato; I Nyoman Masriadi; Putu Suta Wijaya; Agus Suwage, dll. more

Fire No Fear | 10-23

0

10-23 September 2007 | 10:00-18:00

Galeri Hadiprana Building
Jl. Kemang Raya 30
T 719-4715

Ceramic Art Exhibition/Tanah Liat 9
karya Keng Sien; Wati Karmojono; Lisa Sumardi; Yetty V. Tamsil; Antin Sambodo; Martha Susanti; Evy Yonathan more

Islam dan Kebudayaannya

0

20-22 September 2007 | 10:00-18:00
Fotografi karya Riska Sunda Kelapa

OKTAGON
Jl. Gunung Sahari No. 5A
T 420-9514 more

Jejak Alam & Budaya Nusantara

0

06 Agutsus - 16 September 2007 | 10:00-19:00

Galeri Jawi Antik-
Gedung Danar Hadi,
Jl. Melawai Raya No. 69-70
Kebayoran Baru Jakarta
T 720 8180

Menampilkan karya Komunitas Muda Pelukis Jakarta. more

Soka's Fine Art Collection

0

20 Juli 2007 - 12 September 2007 | 10:00-20:00

The Bellagio Boutique And Mall Lt. 1
Kawasan Mega Kuningan
Jl. Mega Kuningan Barat E4-3
T 4586 6729

Comprising 100 more exclusive images this striking collection comes to you direct from Soka's gallery and is characterised by stylish, contemporary colour combinations and a dynamism born of virtuosity and sheer technical dexterity. more

Bataviasche Kunstkring

0

10 September 2007 | 10.00

Gedung Eks Imigrasi
Jl. Teuku Umar, Jakarta Pusat

Grand Opening Gedung EKS. IMIGRASI
Gedung Eks Imigrasi (Bataviasche Kunstkring ) dibangun pada tahun 1913 dan diarsiteki oleh Pieter Adriaan Jacobus Moojen dari Belanda.
Pada awalnya gedung ini digunakan untuk kantor ikatan seni, pameran seni, pertunjukan musik, ceramah budaya, ruang resepsi serta Restoran.
Pada tahun 2002 gedung tersebut dibeli oleh Pemda DKI Jakarta. Pada tahun 2004 dimulai pekerjaan rehab fisik bangunan dan selesai pada tahun 2006.
Gedung Eks Imigrasi termasuk Bangunan Cagar Budaya dan menurut rencana akan digunakan sebagai gedung gallery.

Informasi: (021) 526-3236 more

Pekan Museum Wayang V Tahun 2007

0

10 September 2007 | 10.00

Museum Wayang
Jl. Pintu Besar Utara No. 27

Pembukaan Pameran Aneka Wayang
Pergelaran Wayang Kulit Purwa 28 September 2007 sekaligus dalam rangka Launching Kota Tua
Informasi: 692-7289 more

Seni Rupa India | 27-10

0

27 Agustus - 10 September 2007
10:00 - 21:00

Galeri Cipta II
Taman Ismail Marzuki,
Jl. Cikini Raya 73 Jakarta
T 31937325

Pameran hasil karya semua artis yang berbakat dan pemenang berbagai negara bagian di India termasuk pemenang nasional dan pemenang medali emas dari berbagai sekolah seni di India. more

Conscience Celebrate | 3-9

0

03 - 09 September 2007
11:00 - 19:00

Gandaria Heights Marketing Gallery,
Jl. Gandaria No. 8 Jakarta Selatan
T 739 9088, 719 4721

Paintings, Sculptures, Ceramic, and Graphics Exhibition by A.C Andre Tanama; Agus Suwago; Agus Yulianto; Ahmad Syahbandi; Astari; Awan P. Simatupang; Ay Tjoe Christine; Bambang BP; Bernauli Pulungan; Bunga Jeruk; David Armi Putra; Dolorosa Sinaga; dll more

Masa Lalu – Masa Lupa | 10 - 7

0

10 Agustus–7 September 2007
Enam seniman Indonesia menginterpretasikan sejarah Indonesia, 1930 - 1960

Erasmus Huis
Jl. HR Rasuna Said Kav. S-3
T 524 1069

Perjuangan untuk menegakkan sejarah, meminjam metafora senada dari Milan Kundera, adalah perjuangan untuk melawan lupa.

Pasca lengsernya kekuasaan Orde Baru 1998, wacana tentang “pelurusan” sejarah menjadi sesuatu yang dirasakan penting bagi masyarakat luas. Selama lebih dari 32 tahun, teks-teks sejarah telah digunakan oleh rezim penguasa untuk mengukuhkan kekuasaannya: memberi jalan untuk menunjuk siapa yang benar dan siapa yang salah, siapa yang berjasa siapa yang tidak, dan terutama, menunjuk siapa kawan siapa lawan.

Belakangan, berbagai usaha dilakukan oleh kelompok-kelompok sipil untuk mengurai kembali fakta sejarah yang telah sekian lama simpang siur dan mengungkap fakta yang selama ini terpendam kepada masyarakat awam. Di kalangan masyarakat seni, pendekatan yang kritis terhadap sejarah telah menjadi wacana yang populer, baik sebagai basis penciptaan karya maupun sebagai gagasan. Para seniman mempertanyakan kembali kepercayaan kita terhadap apa yang selama ini ditunjuk sejarah sebagai kebenaran. Pendekatannya seringkali subversif dan cara presentasinya yang menekankan pada daya tarik visual.

Cemeti Art House menginisiasi sebuah proyek panjang (pada periode Mei – Oktober 2006) yang bertujuan untuk membaca kembali fakta sejarah, dengan tajuk proyek “Masa Lalu Masa Lupa”. Kami menerapkan beragam gagasan kurasi yang berusaha mempertemukan seniman dari generasi yang berbeda-beda. Hasil-hasil penelitian dalam proyek “Indonesia across Orders: The Reorganization of Indonesian Society, 1930-1960” ini menjadi peluang untuk mengintegrasikan kembali kerja kreatif dengan dunia akademik.

Ada enam seniman yang terlibat pameran ini. Mereka adalah empat seniman dari Yogyakarta yaitu Agus Suwage, Eko Nugroho, Wimo Ambala Bayang dan Yuli Prayitno, satu seniman dari Bandung yaitu Prilla Tania, dan satu seniman Jakarta yaitu Irwan Ahmett. Setiap seniman memilih satu judul di antara tiga belas judul dari Jurusan Sejarah Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pameran ini merepresentasikan cara pandang yang beragam tentang pergulatan untuk “Menjadi Indonesia” pada periode 1930 – 1960. Kisah-kisah personal berbaur dengan fakta-fakta formal untuk menunjukkan bagaimana situasi kolonial menjadi bagian besar dalam usaha membentuk identitas Indonesia tersebut. Melalui bentuk-bentuk visual yang dihasilkan para seniman, kita belajar lagi untuk mengingat dan merefleksikan masa lalu, dan bersama-sama, melawan lupa.
more

Dialogue With Nature

0

28 Agustus - 05 September 2007 | 10:00-22:00

Atrium Millenium Lt. 1
Jl. Boulevard Artha Gading Selatan No. 1
Jakarta Utara
T 6586 6779

Pameran fotografi karya President Soka Gakkai Internasional (SGI) Dr. Daisaku Ikeda dan Fotografer Indonesia
29 Agustus 2007 Talkshow bersama Gus Dur more

Abas Alibasyah | 5-15

0

05 - 15 September 2007
09:00 - 21:00

Balai Budaya,
Jl Gereja Theresia 47,
Jakarta Pusat
T 3913 5605

Pameran Lukisan Tunggal Karya Abas Alibasyah more

Illusionis | 8-3

0

8 Agustus - 3 Spetember 2007 | 10:00-20:00
Pameran lukisan karya Kassah Hakim

Galeri Milenium
Kompleks Pertokoan Golden Plaza D’Best
Jl. RS Fatmawati 15
Jakarta Selatan
T 750-7828

Pergelaran ini merupakan pameran tunggal Kassah yang ketiga. Dalam melukis, dia banyak terinspirasi oleh musik jazz. Bahkan, beberapa tokoh musik sempat dilukisnya.

more

The Window Of China | 2-2

0

2 Agustus - 2 September 2007
Pameran lukisan karya Wang Jinsong

Graha MIK-
Taman Perkantoran Kuningan,
Jl. Setiabudi Selatan Kav. 16-17
T 5794-1411

WANG JINSONG
1963 Born in Heilongjiang Province, China
1987 Graduated from the Zhejiang Fine Arts Academy, Ink Painting Department

Solo Exhibitions
2003 Operation Ink Freedom, 25000 Cultural Transmission Center, Beijing

Group Exhibitions
2005 Prague Biennale-Second Sight, National Gallery Prague, Czechoslovakia
2004 The Long March Pavilion, Le Moine et le Demon-Contemporary Chinese Art Exhibition, Museum of Contemporary Art, Lyon
The Long March Pavilion, Light as Fuck-Shanghai Assemblage 2000-2004, National Museum of Contemporary Art, Oslo, Norway
2001 Lust of City, 4-person conceptual photography exhibition, Beijing, China
Constructed Reality: Beijing/Hong Kong Conceptual Photography, Hong Kong Arts Center, Hong Kong
Cross-Pressures: Contemporary photography and video from Beijing, Finnish Museum and Photography and Oulu City Museum, Finland
2000 HOME Contemporary Art Project, Shanghai, China
EXPO 2000, Hanover, Germany
About Me: Chinese Experimental Photography, Shanghai, China
1999 City Scenes, Denver, USA
50 Years inside the People's Republic of China, Aperture Foundation, USA
Representing the People, Chinese Arts Center, UK
1998 Photography and Video from China, New York, USA
Double Kitsch: Painters From China, New York, USA
80 Artistes-Autour du Mondial, France
Inside / Out: New Chinese Art, New York and San Francisco, USA
1997 Immutability and Fashion, Tokyo, Osaka, Japan
Demonstration of Video Art' 97, Beijing, China
1996 Models From The Masses, Beijing, China
1995 Contemporary Chinese Oil Painting from Realism to Post Modernism, Gallery Theoremes, Brussels, Belgium
1993 China Avant-Garde, Berlin, Germany; Rotterdam, Holland; Oxford, UK
China's New Art Post 1989, Hong Kong, Sydney, Australia; Oxford, UK
1992 Guangzhou Biennale Exhibition, Guangzhou, China
1991 New Generation Art Exhibition, Beijing, China
19990 New Image Art Exhibition, Beijing, China

Collections
Ludwig Museum, Germany
San Francisco Museum of Modern Art
Queensland Museum, Brisbane
more

Maman PS

0

29 Agustus - 02 September 2007 | 09:00-21:00

Balai Budaya
Jl. Gereja Theresia 47
Jakarta Pusat
T 3193 5605

Pameran Lukisan Tunggal more

Camouflage | 2-30

0

2-30 Agustus 2007
pameran tunggal Galam Zulkifli

Gedung Bika
Kemang Raya 91
Jakarta Selatan
T 719-8080

from www.gudeg.net: Galam Zulkifli was born in Sumbawa, January 14th 1971. He studied fine art at IKIP, Yogyakarta. His work had been selected as one of the best five in Indonesian Art Awards competition in 1998. Recently, his painting titled Teater Pembebasan (2003) was selected as one of the painting from Indonesia in ASEAN Art Award competition in 2004.

Galam's hobby in his childhood made him sure about his skill in fine art. Then he studied at IKIP to learn fine art. After four semester, he decided to quit from college and tried to learn by self-tought.

His paintings were mostly telling about reality in harmony of life. Galam found enjoyment in appreciating a social criticism. All of his paintings had the same value, there was no masterpiece neither the worst.

In 1995, Galam made his first exhibition at Tanjung Priok Jakarta, as his most historical moment. In 2000, Galam Zulkifli with his friends established Komunitas Gelaran Budaya. The community still exists for some gatherings and discussion about fine art.

For the last six years, Galam created period of his artworks. First period was machine (33 paintings), second period was bricks (33 paintings), free period, illusion period, and image period. In 2004, Galam wrote a novel entitled "Taman Seni Dari Dunia Imajiner" and "Lompatan Kata Rupa". Some awards are as follows: 5 Terbaik Indonesian Art Awards, 5 terbaik Indonesian Art Awards, and Finalis ASEAN Art Award)
more

Essay & Photo Competition | 31 August

0

British Council
T 515 5561
60thanniversary@britishcouncil.or.id

one IPOD VIDEO for the essay winner
one KODAK digital camera for the photo winner.

To celebrate 60th anniversary in Indonesia, British Council open competitions for BOTH people who have been engaged in British Council's activities in the past and present and also wider community who are interested in activities related to British Council's work.

The competitions are for:
1. One most interesting essay which tells about meaningful engagement with British Council in the past, or other activities in community that relates to British Council's focus of work in Indonesia.
2. One most interesting photo which shows meaningful engagement with British Council

more details: British Council
more

Liu Gang | 30 - 29

0

30 Agustus - 29 September 2007
10:00 - 18:00

Art Seasons,
Jl Kemang Timur 63B,
Jakarta Selatan

Pameran Tunggal Karya : Liu Gang more

Dwi Tunggal Proklamator dan 11 Tokoh Revolusioner

0

30 Agustus 2007 | 15.30 - 20.00
Museum Joang'45

Diskusi tentang "Dwi Tunggal Proklamator dan 11 Tokoh Revolusioner"
Pameran "Dwi Tunggal Proklamator"
Temu kangen para pejuang'45
Musik keroncong tempo dulu

Insya Allah acara akan dibuka oleh Ibu Ir Aurora Tambunan, Msi selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman, key note Speach putri proklamator, Prof.DR. Meutia Hatta Swasono .... more

Dekoratif | 22-29

0

22 - 29 Agustus 2007 | 10:00-15:00
Museum Seni Rupa dan Keramik
Jl Pos Kota No 2
Jakarta Barat
T 692-6091

Pameran menampilkan karya-karya dari seniman Indonesia. more

Totok HK

0

25 - 29 Agustus 2007 | 09:00 - 16:00
Tembi Galeri,
Jl. Gandaria 1 No. 47B,
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
T 720 3055; 725 3410

Pameran lukisan karya Totok HK more

The (Un)Real - Ke(tidak)nyataan | 14-1

0

14 Agustus - 01 September 2007
10:00 - 19:00
Galeri Nasional Indonesia
Jl. Medan Merdeka Timur No. 14
Jakarta pusat
T 3483 3954-55

Pameran produksi O House Gallery
kurator Jim Supangkat more

Encounter | 6-27

0

6-27 Agustus 2007 | 10:00
karya dua perupa, Ivan Hariyanto dan Paul Hendro

Philo Art Space,
Jl Kemang Timur 90-C,
Jakarta Selatan
T 719-8448

Ivan Hariyanto, kelahiran Banyuwangi tahun 1955, adalah lulusan Institut Seni Indonesia (ISI), Yogyakarta. Sementara Paul Hendro, kelahiran Madiun, menyelesaikan studi di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP), Yogyakarta. Pameran akan dibuka tanggal 6 Agustus 2007 pukul 20.00 dan akan berlangsung sampai 27 Agustus 2007.

from The Jakarta Post:
East Java artist Ivan Hariyanto and Jakarta-based artist Paul Hendro have long known and admired each other’s work.
It seems fitting that Ivan and Paul’s first encounter with one another would take place at the opening night of their joint painting exhibition at Philo Art Space, titled Encounter.
“The title ‘Encounter’ refers to the joining of two realist painters,” said Amalia Ahmad, co-owner of the gallery, noting the parallels between the two artists’ works.

Indeed, at first glance, it’s easy to see the stylistic similarities between the work of Ivan and Paul. Both painters eschew fanciful depictions in favor of more simple, un-idealized renditions of their subjects.
That’s not to say that their takes on realism lack creativity.

Ivan, the slightly surreal and more experimental of the two, has a knack for unconventional framing and boldly colored backgrounds. One of his most playful pieces on display is Eddie Hara-Why Me?
On a stark yellow background, what appears to be a self-portrait of Ivan is howling in pain as a surreal-looking fish, painted in the style of Eddie, bites his finger.

A different piece worth contemplating is the symbolic You Are My Hamburger. Another self-portrait of Ivan is framed against a light pink background, his figure hunched in a covetous pose while holding a rock, a hamburger floating above his hands.

Look closely and one can also spot a Salvador Dali-esque melted watch face splayed over the rock.
“The hamburger represents a joke, because a lot of people cannot afford things like hamburgers and Cokes,” said Ivan, 52. “The watch represents how fashion changes over time and that this hamburger is a trend.”

One thing that Ivan didn’t choose to elaborate on was a small American flag painted onto the hamburger, no doubt to signify its national origin and to denote some thinly veiled criticism.
What he did divulge was the inspiration for much of his work, which stems from a need to balance the barrage of technology and modernism with the traditional.

Works like The Traditional Dancer with The Woman are indicative of his vision, pairing a Western woman in modern dress with a dancer of seemingly Balinese origin, the latter appearing to push away the former.
“I cannot deny the uprising of media, the Internet or TV,” said Ivan, who has been painting for more than 30 years. That is why I mix the traditional with the modern. There must be a balance. You cannot be uprooted: You have to remember your culture.”

Whereas Ivan’s work is a bit more esoteric in symbolism, Paul prefers to lay things out at face value.
Pieces like Thanks, Daddy and Berangkat Subuh, Pulang Larut (Dawn departure, night return) illustrate an embracing of modern lifestyles and a simple air of positivism.

One would think that a deeper disparagement of affluent excess or technological detachment lay beneath the two works, but Paul countered, saying, “There are so many negative things in the news and the media. I just want to highlight the positive.”

But some of Paul’s work falls more on the surrealist side, which can be seen in the piece Tentang Tingkap2 Langit Yang Terbuka (open layers in the sky), which depicts a sky layered with open windows and money raining down through them. Paul explained of the painting, “If God gives you fortune, no one can stop it.”

Another example of Paul’s non-adherence to the rules of realism is the piece Dua Hati, in which a two tree trunks supported by steel beams join together at a point.
“The wood and metal are like a husband and wife with very different characters, but they can work together,” said Paul.

Much like the metal and wood in Paul’s painting, the character of both artists may be different, but the joining of their art is like a successful symbiotic relationship.
more

A Vain Love | 21 - 21

0

21 Juli 2007 - 21 Agustus 2007
Yang Fan Solo Show
Linda Gallery
jl. Kemang Raya No.46 Jakarta 12730
T 719 0888
F 719 0123
lindagallery@yahoo.com

Yang Fan’s works portray women from the post-70s, unlike other outstanding female artists who focus on depicting sophisticated woman, Yang Fan pay high attention to those ‘Shallow Woman’. Most of them are from 18 to 28 years old, crazy about fashion, have never experiences the hardness of life, pretty but seemingly have no wisdom or brain.

When talking about image style, Yang Fan’s paintings are very close to the iconograph of fashion magazine or beauty pictures in cheap magazines. Her paintings are always collecting all the most skin-deep materialized details and various trendy bright colors. Both the background and the images look almost like a piece of complanate paper..
more

Minimalist/Maximalist | 27-16

0

28 Juli - 16 Agustus 2007
pameran dua perupa Bandung

Galeri Lontar
Jln. Utan Kayu 68
Jakarta Timur
T 857-3388

Syah Fadil dan Septian Harriyoga adalah lulusan Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Yang satu menekuni seni lukis, yang satu lagi mendalami seni patung. Karya-karya mereka memperlihatkan kecenderungan baru dalam perkembangan seni rupa Bandung. Pokok masalah yang menjadi inspirasi pada karya-karya mereka bukanlah sesuatu yang megah atau yang ingin merangkul dunia, melainkan soal-soal sepele dan kecil yang terabaikan dari perhatian kita. Fadil, misalnya, menirukan rupa gelembung-gelembung sabun sebagai arena bermain yang tak terbayang ke dalam lukisannya. Harriyoga menangkap asosiasi dari bentuk-bentuk patungnya yang minimalis. Dan, bertolak dari soal sederhana itu pula, gagasan-gagasan orisinal muncul pada karya-karya mereka, sekaligus menemukan rahasia dari ruang-ruang tersembunyi mediumnya.
more

Independiente | 15-26

0

15-26 Agustus 2007
the Plaza Semanggi

Pembukaan: 15 Agustus 2007 | 19:00
Menteri Komunikasi dan Informatika, Putra Putri Proklamator

Acara:
Pameran Foto Kemerdekaan Indonesia koleksi Antara Foto - IPPHOS
Musik: Maliq & d'essentials, Indonesian Idol
Puisi: Andien
more

Citra-citra Jerman | 14-23

0

14-19 Agustus 2007
Pameran foto Ostkreuz

Goethe-Institut
Jl. Sam Ratulangi 9-15, Menteng
Jakarta Pusat

Foto-foto ini berasal dari agen foto terkenal „Ostkreuz“ Berlin.
Workshop fotografi dipimpin Wolfgang Bellwinkel, fotografer „Ostkreuz“

from http://www.ostkreuz.de :
OSTKREUZ - the photographers' agency - was founded by seven
photographers in Berlin in 1990 and is one of the best-known agencies in Germany.
Today OSTKREUZ is an agency with seventeen member photographers and a growing number of photographers represented in the archive.
OSTKREUZ works throughout the world for magazines, book publishers, advertising agencies, promoters and sponsoring agencies as well as in the field of corporate communication for companies. Using their own differing photographic languages, OSTKREUZ photographers are able to offer a wide range of subjects on the basis of commissions or own production: portrait, photoessay, report, landscape, architecture,
panoramas, travel,fashion and stills.
OSTKREUZ carries out the preparation, organisation and all follow-up services for photographic commissions, and offers a complete production service on request: casting, locations, studios and cooperation with experienced visagists and assistants.

more
more

Because it's happy chaos | 14-12

0

14 July - 12 August 2007
Tunnel, Esplanade, Singapura

by Stephanie Cheng, Kenny Lim, Eudora Rusli,Calvin Tan, Tan Seow Wei and Tan Taitien
Singapore and Indonesia

Six young artists, six different styles. This series of mixed media drawings showcases both individual and collaborative works by six young artists. As the title suggests, the works are results of personal expression and interaction amongst the artists during the work process.

Enam artis muda dari Indonesia dan Singapura, menampilkan karya ilustrasi di atas mix media dengan enam gaya yang berbeda.

The different styles and myriad media on paper result in abstract, fragmented works of uncertainty and ambiguity. The works are never finished. Simultaneous layers of adding and subtracting over the weeks from these works keep them in constant development. Like the process of playing, there is never an end.

Stephanie Cheng, Kenny Lim, Eudora Rusli, Calvin Tan, Tan Seow Wei dan Tan Taitien.
Karya-karya mereka merupakan ungkapan ekspresi personal dan interaksi antar sesama artis selama proses pengerjaannya.
Perbedaan gaya dan banyaknya media di atas kertas menghasilkan karyakarya abstrak, terfragmen, mengandung banyak arti dan ketidakpastian.
Karyakarya itu tidak pernah selesai. Bermingguminggu secara simultan layer-layernya ditambah dan dikurangi. Seperti proses bermain, akhir tak kunjung tiba.
more

Tamsil Tubuh Terbelah | 27-10

0

27 Juli - 10 Agustus 2007 | 16:00-23:00
Pameran Lukisan
dan Peluncuran buku antologi puisi karya Amien Kamil
TAMSIL TUBUH TERBELAH
Asal mula segala amsal, bermula dari tiada menjadi ada
dibuka oleh Iwan Fals

Bataviase Cafe - Cuba Libre cigar lounge
Jl. Veteran I no.32 - Jakarta 10110
T 344 6203, 384 0127, 0888 116 9957
bataviase@indo.net.id

dari kata pengantar buku:

...... lantas kenapa berjudul "Tamsil Tubuh Terbelah"?

Tak ada pretensi apa-apa, selain puisi itu adalah salah satu puisi dari
beberapa puisi yang saya senangi dan seringkali dibacakan pada beberapa
kesempatan di kantong-kantong budaya, komunitas seni yang peduli terhadap
perkembangan kebudayaan yang berkembang di masyarakatnya.
Juga bukan pula antologi ini berkeinginan untuk menjadi kontekstual. Saya
hanya berusaha menuruti krentek kata hati, menggali dan mengolah kemungkinan
yang ada, hingga kemungkinan yang paling mustahil sekali pun.
Oleh sebab itu, sejak 6 bulan lalu saya mengumpulkan dan menyeleksi
puisi-puisi, merancang sampul depan dan membuat gambar-gambar untuk
ilustrasi dalam buku.
Kemudian menerbitkannya sendiri! ......

dari isi buku:

IN MEMORIAM
mengenang Saut Sitompul

Via Dolorosa.....
Jalan penderitaan telah dilewati
serta kau tuntaskan malam jelang pagi itu
namun puisi terakhir tak sempat kau selesaikan
saat melintas jalan depan bioskop Rivoly
kau terbang diterjang taxi
Naas!

Entah,
supir taxi ngantuk atau kau yang mabuk

Masih terkenang dalam ingatan
kau melintas bebas berbaju gombrong
celana komprang dan sepatu kebesaran
Keriting rambutmu berkibar
kilat jidatmu terlihat dari kejauhan
paras wajahmu berbinar
senyum mengembang, tawamu lantang

Suatu sore, kau menghampiriku
"Punya papier?:
Kutatap matanya yang dalam
"Buat apa, Bang?"
"Awak mau menulis puisi!" ujarmu
senyum sambil menggaruk kepala
("mungkin") titik-titik terang muncul seketika

Subuh, aku masih mlungker dibalik selimut
via sms, seseorang kirim kabar duka
engkau telah tiada tinggalkan segala

"Selamat jalan, kawan"

Ach, Apa yang terjadi
tak sempat kau tulis menjadi puisi

Jakarta, Januari 2005

tentang penyair:

Amien Kamil lahir di Jakarta 1963. Selain menulis puisi dan melukis, ia juga
aktif menggumuli dunia pentas.
1983 - Sinematogradi Institut Kesenian Jakarta, drop-out
1986-1996 - Bengkel Teater Rendra
1988 - tampil di The 1st New York International Festival of Arts, New York,
USA; workshop di Bread & Puppet Theatre, Vermont, USA
1990 - pentas di Tokyo dan Hiroshima, Jepang
Team Kreatif konser musik troubador Iwan Fals di kota-kota besar Indonesia
2003-2005 - kolaborasi dengan Brigitte Oleschinski, penyair Jerman: pentas
multi media di Berlin, Koln, Bremen dan Hamburg. Workshop teater di
universitas Hamburg, Leipzig, dan Passau; tampil di Letras del Mundo,
International Literature Festival di TamaulipasTampico, Mexico
Kini - memimpin Republic of Performing Arts

more

Intimate Distance | 1-10

0

1-10 Agustus 2007
Peluncuran Buku Indonesia Women Artists : The Curtain Opens
Bersama :
- Carla Bianpoen
- Farah Wardani
- Wulan Dirgantoro

Galeri Nasional Indonesia,
Jl Medan Merdeka Timur 14.
T 386-1603

Pameran menampilkan karya :
- Altje Ully
- Dolorosa Sinaga
- Diah Yulianti
- Dyan Anggraini
- Emiria Soenassa
- Endang Lestari
- Erica Hestu Wahyuni
- Hening Purnamawati
- Hilda Soemantri
- Heyi Ma'mun
- I Gak Murniasih
- Iriantine Karnaya
- Kartika Affandi
- Laksmi Shitaresmi
- Marida Nasution
more

Gross National Happiness | 13-6

0

13 July - 6 August 2007 | 09:00-16:00
Erasmus Huis
Free entrance | Gratis

Photography exhibition by Mirjam Bürer

Regional plants, as opposite to modern uniform patented plants, have been researched and photographed by Mirjam Bürer during her many trips to Asia. The worldwide urbanization and the economic market principles suppress the world’s original ecological resources - resources we often sacrifice without giving it much thought. Mirjam Bürer uses this theme to build an installation in the garden of the Erasmus Huis, and by doing so draws attention to the importance of a genetic variation of plants for the preservation of biodiversity and the value of putting quality above quantity. In the Erasmus Huis the public will be able to see big screens constructed out of layers of painted, photographed and serigraphed landscapes with plants and seeds.

Selama sekian banyak perjalanannya di Asia, Mirjam Bürer melakukan penelitian dan membuat foto tanaman budidaya daerah, yang berlawanan dengan tanaman modern yang seragam dan dipatenkan. Urbanisasi yang mendunia dan prinsip-prinsip pasar ekonomi merusak sumber ekologis, sumber yang sering kita korbankan tanpa dipikirkan terlebih dahulu. Tema ini dipakai oleh Mirjam Bürer untuk membuat sebuah instalasi di kebun Erasmus Huis dan dengan melakukan itu, ia mencoba menarik perhatian orang akan pentingnya variasi genetik tanaman untuk kelanjutan keanekaragaman hayati serta pentingnya menempatkan kwalitas di atas kwantitas. Di Erasmus Huis akan tampak layar besar yang terdiri dari lapisan lukisan, foto dan cetakan pemandangan dengan tanaman dan benih
[photo: www.mirjamburer.com]
more

National Geographic Underwater | 25-5

0

Pameran foto
Seminar & Workshop bersama Agni Ariatama
25 Juli - 05 Agustus 2007

Galeri Oktagon,
Jl. Gunung Sahari No.50A
Jakarta Pusat
T 420 4545

Agni Ariatama, seorang sinematografer handal yg banyak memproduksi TVC, film dan video clip. Salah satunya film Daun di Atas Bantal. Banyak bergelut di bidang underwater videografer. Salah satu film dokumenter yang pernah di produksinya yaitu " Terumbu Karang". Sekarang menjabat sebagai Ketua Dept. Film FFTV-IKJ. more

Imaginary Art Of Nature | 21-4

0

21 Juli - 4 Agustus 2007
Diskusi Budaya, Diskusi Foto, Seminar Fotografi, Entertaiment musik

Museum Bank Mandiri,
Jl. Lapangan Stasiun No.1
Jakarta
T 9833-1752

Museum Bank Mandiri menempati area seluas 10.039 m2, pada awalnya adalah gedung Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) atau Factorji Batavia yang merupakan perusahaan dagang milik Belanda yang kemudian berkembang menjadi perusahaan di bidang perbankan. Tampak kokoh dan megah dengan arsitektur Niew Zakelijk atau Art Deco Klasik, karya 3 orang arsitek belanda yaitu J.J.J de Bruyn dan A.P. Smits dan C. van de Linde, Gedung ini mulai dibangun 1929 dan diresmikan 14 Januari 1933.

Koleksi museum terdiri dari berbagai macam koleksi yang terkait dengan aktifitas perbankan tempo doeloe dan perkembangannya, koleksi yang dimiliki mulai dari perlengkapan Operasional bank, Surat Berharga, Mata Uang Kuno, brandkast, dan lain-lain. Koleksi perlengkapan operasional bank tempo doeloe yang unik, antara lain adalah peti uang, mesin hitung uang mekanik, kalkulator, mesin pembukuan, mesin cetak, alat pres bendel, seal press, safe deposit box maupun aneka surat berharga seperti bilyet deposito, sertikat deposito, cek, obligasi, dan saham. di samping itu, ornamen bangunan, interior dan furniture masih asli.
more

Gerak

0

2 Agustus 2007
solo painting exhibition by Wayan Sudiarta

elcanna art gallery
jl. Pakubuwono VI No. 35
Kebayoran Baru,
t: 721-1101
f: 721-1121

from www.aryaseni.com : Wayan Sudiarta was born in 1969.
He graduated from Art Department of FKIP UNUD, Singaraja, Bali in 1993.
Wayan Sudiarta is the grand son of a famous painter of Balinese traditional painting which lays ground of his comprehension of the east (Balinese) aesthetics.

He obtained a multicultural environment at the department of Art Education, IKIP Singaraja, Bali, where he graduated and become a lecturer, which he understands later as the west (modern) aesthetics.
His first journey out of the country had made an inner conflict of his soul and mind and had opened his view about his culture.
The very rich and colorful Balinese dance and music is translated into his work in different ways.

These east meet west aesthetics perform tense and restless creativity for him.
He tries to combine modern with traditional aesthetics.
Most of Wayan Sudiarta’s artworks are about Balinese traditional and warrior dance.
He is so faithful to present the Balinese dances because he feels he has not comprehended them completely.

Unlike most Indonesian modern artists who interpret components of tradition by doing distortion or abstraction, Wayan presents the ornaments of tradition completely as practiced in its original style and technique.
The creation as he presents is the creation of the dance. For example, he reinterprets the Kebyar Sabung dance by looking for the main source reference of the dance: cock fighting.
The representation of his painting is the movement and gesture of cocks fighting in the bodies of the dancers.

He is not a painter that freezes a scene of a dance, instead he is a choreographer that reinterprets classical tradition dances on his canvas. His painting contexts are interpretations of his subject matter.
Most important, in the works of Sudiarta, there is a hidden side of Bali, such as dances that are rarely performed, and some choreography, and art texts move on.
more

Indonesia Rakyat | 01-18

0

1 - 18 Agustus 2007
Warung Apresiasi Bulungan,
Jln Bulungan Blok C No. 1
Kebayoran Baru
T 835-4513

Sebuah pameran lukis tunggal karya Ki Suhardi yang mengangkat tema realitas sosial sebagai dampak globalisasi ekonomi di Indonesia.

Galeri: http://kisuhardi.com/ more