Google
 

Artist in Residence: Peter Bialobrzeski

0

selama Nopember 2007

Workshop, pameran foto Peter Bialobrzeski

Goethe-Institut
Jl.Sam Ratulangi 9-15
Jakarta 10350
T 2355-0208

Dari bulan Oktober 2007 sampai Maret 2008, Peter Bialobrzeski, seorang fotograf terkenal dari Jerman, akan mengunjungi Asia Tenggara untuk „Teach & Work“. Pada bulan November, dia akan tinggal di Jakarta.

Bagi Bialobrzeski, Asia seperti kampung halaman kedua dan menjadi tema yang konstan dalam karya-karyanya. Pada tahun 2005, Bialobrzeski pernah berkunjung ke Indonesia. Waktu itu, karya-karya terpilih dari serinya „NEONTIGERS“ tentang megapolitan di Asia dipamerkan di Biennale di Jakarta.
Secara pribadi dia memperkenalkan karyanya di Jakarta dan menyelenggarakan workshop dengan fotograf muda bertema „kota“. Di situlah, ide untuk „Teach & Work“ di Asia Tenggara lahir.

Diundang oleh Goethe-Institut, Bialobrzeski akan berkunjung ke Hanoi, Jakarta, Bangkok, Kuala Lumpur, Manila dan Singapura sebagai „Artist in Residence“.
Di setiap kota dia akan tinggal satu bulan.
Selama kunjungannya, dia tidak hanya melanjutkan proyeknya “Urban Nature” yang menunjukkan titik temu antara kota dan alam, tetapi juga menyelenggarakan workshop dan mengajar.
Setelah enam bulan karya-karya workshop yang paling bagus akan dikumpulkan dan dipamerkan di seluruh Asia Tenggara. Photo: [Peter Bialobrzeski]
more

Gubernur Jenderal dan Tokoh VOC

0

30 Oktober - 30 November 2007
10:00-18:00

Pameran koleksi Lukisan Gubernur Jenderal dan Tokoh VOC di
Batavia.

Ruang Etnografi Museum Sejarah Jakarta
Jl. Taman Fatahillah No. 1 - T 692 9101.

Museum Sejarah Jakarta memiliki koleksi lukisan para Gubernur Jenderal periode dari 1602 hingga 1942. Selain itu juga memiliki perbendaharaan sekitar 23.500 buah terdiri atas benda-benda bersejarah dari logam, batu, kayu, kaca, kristal, gerabah, keramik, porselen, kain, kulit, kertas dan tulang. Yang sudah dikenal umum antara lain Meriam si Jagur, sketsel, patung Hermes, pedang eksekusi, lemari arsip, meja bulat berdiameter 2,25 meter tanpa sambungan, peralatan masyarakat prasejarah, prasasti dan senjata.

Juga terdapat koleksi yang berusia lebih 1.500 tahun berupa peralatan hidup prasejarah seperti kapak batu, beliung persegi, kendi gerabah. Koleksi abad ke-18 dan 19 seperti kursi, meja, lemari arsip, tempat tidur dan senjata.
more

Wondering at Indonesia 1600 - 1950

0

30 Oktober - 24 November 2007
9:00-16:00

Pameran koleksi Varia Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mencakup sejumlah besar gambar, etsa, lito, foto.

E rasmus Huis,
Jl. H.R. Rasuna Said Kav. S-3, Kuningan - T 524 1069

Koleksi Varia Perpustakaan Nasional Republik Indonesia mencakup sejumlah besar gambar, etsa, lito, foto dan banyak karya lainnya yang menggambarkan Indonesia jauh sebelum dan sesudah Kemerdekaan pada tahun 1945.
Karya-karya dalam koleksi ini tidak saja dibuat dan dikumpulkan oleh bangsa Belanda, tetapi juga oleh berbagai bangsa lainnya yang sejak abad ke-17 singgah di Nusantara. Mereka menggambarkan segala sesuatu yang mereka anggap luar biasa dan mengagumkan.

Koleksi ini terdiri dari sekitar 3000 karya, yang sebagian besar berasal dari dan bercerita tentang Indonesia dan juga dari berbagai tempat lainnya di seluruh dunia, ditemukan kembali dan dikuakkan oleh sebuah tim gabungan Indonesia-Belanda dengan bantuan finansial dari Belanda.

Sejumlah karya dari koleksi ini, yang sebagian besar belum pernah diperlihatkan kepada masyarakat umum, serta berbagai benda bernilai sejarah dan budaya. Pameran ini diproduksikan bersama Perpustakaan Nastional Republik Indonesia dan Rijksmuseum Amsterdam.
more

Far Away

0

24 Oktober - 17 Nopember 2007

Pameran tunggal lukisan karya Hui Xin

Art Seasons
Jl. Kemang Timur 63B
T 6845-3980

Hui Xin utilizes a technique that brings his work close to popular advertisements. Whether it be the effect of composition, form, texture and colour, the end result is something that looks computerized, full of a post-industrial feel. The dancing cranes, shady bamboo thickets, dragons in rosy clouds – these classical images of Oriental origin have been chosen by the artist and placed in a surrealist setting, as if he were rearrange the world to suit himself. Hui Xin always seeks to produce a joyful and beautiful image for his audience in his artwork. He layers secular visual impressions of “Beauty” together in his work, the sensual pleasure one feels before the startling visual effects is stimulating in a way akin to modern culture itself. We may be certain that popular mass culture has indeed had its effects on the younger generation of artists and their demands to experience an aesthetically pleasing life. They prefer to use a direct approach, a more casual form to experience and manifest their experience of life.

I have joked with Hui Xin, saying “You are the only true “glamour” artist; you represent the traditional forms of popular culture with splendid style.” Hui Xin’s composition of his pictures is different to the work of any other artist included in the term “glamour” art. What is emphasized in Hui Xin’s works is the experience of the images jumping off the canvas; it is free from the piling up of any ideas of political and cultural significance. He prefers to use a simple form to make his observations about traditional images in a modern context. These classic symbols of Oriental culture have been stylized in Hui Xin’s paintings. In his work we can see that a picture can be far and away from the basic idea of a painting. This results in a deliberate arrangement, with a distinct feeling of ‘design’. There is an underlying similarity here with the works of American artist Jeff Koons. The possibilities of painting are expanded, the rebirth and re-enactment that the artist brings to the traditional image is full of the standards and techniques of that tradition. The canvas is nothing more than an information media, a carrier for his demands of the traditional painting techniques that he only appears to overlook. From being designed on a computer, to the print-out, to the final painting of the picture – what may seem to us to be work as monotonous as that on a production line, affords the artist considerable pleasure. The artist is given the opportunity to act as a designer too. Such a novel work ethic has already become relatively common amongst the young generation of artists.

In Hui Xin’s works we see the appearance of a unique contemporary visual form, which turns the painted picture another carrier of the public image. Hui Xin’s paintings utilize a ‘Western’ form of representation to release/translate the ‘Eastern’ aesthetic world. A Beauty that is more ‘glamorous’ and more ‘secular’, which is precisely what is exciting about his artwork.

Hui Xin graduated from oil painting department of Sichuan Academy of Fine Arts. He was born in 1977 in Xinjiang. He lives in Congqing now.

Zhu Tong 2006

An excerpt from
“The Visual Nature of ‘Startling Beauty’ – Hui Xin’s Paintings”.
more

Seni Grafis dari Cukil sampai Stensil

0

2-15 November 2007
10:00-18:00
Bentara Budaya

2-11 November 2007
10:00-19:00
Galeri Nasional

Pameran puluhan karya grafis koleksi Bentara Budaya, DKJ, dan Galeri Nasional yang akan memperlihatkan sejarah perjalanan dunia seni grafis Indonesia sejak tahun 1950-an, baik dalam karya yang dipamerkan maupun yang pernah dimuat di media-media lokal di jamannya.

6 November 2007 | 15:00
Lokakarya
Galeri Nasional

8 November 2007 | 14:00
Diskusi Aminudin TH Siregar dan Agung Kurniawan
Bentara Budaya more

Immutable Objects

0

26 Oktober - 15 November 2007
10:00-20:00

Pameran lukisan Hansen Thiam Sun

Cemara 6 Galeri
Jl. HOS. Cokroaminoto No.9–11. Menteng
Jakarta 10350 T 391-1823 F 391 8761
info_cemara6@yahoo.com more

Mengenal Okinawa

0

5 - 9 November 2007
10:00-18:00

Pameran Foto

The Japan Foundation
Gd.Summitmas 1 lantai 2
Jl. Jend.Sudirman 61-62
T 520-1266 # 120 more

Big Uptalent Carryout The Future

0

27 Oktober - 9 November 2007
10:00-20:00

Pameran Tunggal Lukisan Karya Debra Audylanvinca Raymond

Darmint Art Gallery Cafe
Pasar Festival GF 08
Jl HR Rasuna Said Kav C22
T 5290-7055 more

Isyarat Tubuh

0

26 Oktober - 8 November 2007
10:00-20:00

Pameran lukisan karya Jazz Pasy

Tembi Art,
Jl. Gandaria I No. 47
Kebayoran Baru Jakarta
T 720-3055 more

Twixtland & Sea

0

23 Oktober - 5 November 2007
10:00-18:00

Pameran Foto mengenang wafatnya Joseph Conrad, seorang sastrawan berasal dari Warsawa.

Four Seasons Hotel, Jl. H Rasuna Said, Kuningan - T 252 4480


Type the rest of your post here.
more

Enwrap The Facts

0

3 Oktober - 3 November 2007
10:00-20:00

Pameran koleksi Lukisan karya Sunardi, Aming Prayitno, Subroto

Galeri Milenium
Kompleks D’Best Blok B23, Jl. RS Fatmawati 15
T 750-7858 more

22 Oktober - 2 Nopember 2007
09:30 - 18:00 (Sabtu-Minggu tutup)

The Japan Foundation
Gd.Summitmas 1 lantai 2
Jl. Jend.Sudirman 61-62
T 520-1266 # 120

Kyoto pernah berfungsi sebagai ibukota Jepang sebelum Tokyo, selama ratusan tahun. Fungsinya ini membuat Kyoto sarat dengan sejumlah peninggalan sejarah dan kebudayaan. Pameran foto ini akan mengajak anda untuk mengunjungi tempat-tempat ini dan ikut menikmati keindahan yang ditawarkannya melalui media foto dan video.
more